Kamis, 21 November 2013

ekosistem sungai

JURNAL EKOLOGI PERAIRAN


Oleh:
SABILA RAHMAWATI
12/334917/PN/12933

Asisten Laporan:

SITI AINSYAH


LABORATORIUM EKOLOGI PERAIRAN
JURUSAN PERIKANAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2013



EKOSISTEM SUNGAI
Sabila Rahmawati
12/334917/PN/12933
Budidaya Perikanan
Intisari
Praktikum ekologi perairan acara ekosistem danau dilakukan di waduk Tambak Boyo. Waduk ini digunakan sebagai pengamatan untuk mengetahui kualitas air yang ada. Tujuan adanya praktikum ini adalah mempelajari karakteristik ekosistem dan faktor pembatasnya, cara-cara pengambilan Parameter Fisik , Kimia dan Biologi. kemudian  mempelajari korelasi anatara beberapa tolak ukur Lingkungandengan populsi biota perairan dan mempelajari kualitas perairan lentik berdasarkan indeks Diversitas biota perairan. Praktikum ekologi acara ekosistem danau dilaksanakan pada tanggal 20 april 2013. Parameter yang diuji ada Parameter Kimia (DO,CO2 bebas, Alkalinitas, pH, BO dan BOD5), Parameter Fisik  (warna air, suhu, kecerahan dan tss), dan Parameter Biologi (Densitas dan Diversitas plankton). Di waduk Tambak Boyo ini akan di bagi menjadi 7 stasiun pengamatan yang tresebar dari inlet sampai outlet. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis yang dilakukan stasiun terbaik yakni stasiun 4 berdasarkan nilai Densitas dan Diversitas yang cukup tinggi.
Kata kunci: Densitas, Diversitas, ekosistem, Parameter

Pendahuluan

Danau merupakan ekosistem dengan air tergenangynag ukurannya relatif kecil jika dibandingkan dengan luas dari laut. Danau juga sangat penting bagi kehidupan manusia dengan oragnisme lainnya. Manfaat danau sangat banyak seperti sebagai tempat rekreasi, mencari ikan atau budidaya, dan sarana transportasi jarak pendek. Sedangkan untuk mahkluk hidup lainnya untuk berpijah misalnya ikan salmon. Berdasarkan manfaat dan kepentingan danau di atas ekosistem danau perlu untuk dijaga agar terjadi kesinambungan antar mahkluk hidup. Oleh karena itu, perlu adanya pencegahan supaya terjadi keseimbangan ekosistem demi keberlangsungan mahkluk hidup termasuk manusia.
Ciri-ciri danau mempunyai arus yang lambat atau tidak sama sekali. Arus di danau juga bergerak ke segala arah (Effendi, 2003). Air danau biasanya bersifat jernih dan keberadaan tumbuhan air terbatas hanya dipinggir saja. Berdasarkan pada proses terjadinya, danau dikenal dengan danau tektonik yang terjadi karena gempa dan danau vulkanik yang terjadi karena letusan gunung berapi (Barus,2004). Danau mempunyai 3 zona yakni  zona litoral (dekat pantai), zona limnetik (lapisan perairan terbuka), dan zona profundal (tidak dapat ditembus cahaya) (Soegianto,2004). Organisme yang menghuni danau sangat banyak misalnya plankton dan bentos. Plankton adalah golongan jasad hidup akuatik yang berukuran mikroskopik yang pergerakannya mengikuti arus (Wibisono,2005). Dananu juga mempunyai faktor produktivitas primer seperti Cahaya, Suhu, kadar DO, dan pH.
Praktikum acara ekosistem danau ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik ekosistem dan faktor pembatasnya, cara-cara pengambilan Parameter Fisik , Kimia dan Biologi. kemudian  mempelajari korelasi anatara beberapa tolak ukur Lingkungandengan populsi biota perairan dan mempelajari kualitas perairan lentik berdasarkan indeks Diversitas biota perairan.

Metodologi

Praktikum acara Ekosistem Danau dilaksanakan di Waduk Tambak Boyo pada tanggal 20 April 2013 tepatnya pukul 13.30-17.00. pada acara ini menggunakan metode water sampler. Alat-alat yang digunakan anatar lain water sampler, Meteran, Botol Oksigen, Pipet Tetes, Pipet Ukur, Erlenmeyer, Gelas Ukur, Mikroburet, Aerator, Ember Plastik, Jaring Plankton, Kertas Label, Dan Pensil. Sementara itu,  bahan-bahan yang digunakan antara lain Kertas pH, Kertas Saring Millipore, Timbangan Analitik, Larutan MnSO4, Larutan Reagen Oksigen, Larutan H2SO4 Pekat, Larutan 1/80 N Na2S2O3, Larutan 1/44 N NaOH, Larutan 1/50 N H2SO4, Larutan 1/50 HCl,Larutan Indikator Amilum, Larutan Indikator MO, Larutan Indikator BCG, Indikator PP, Larutan 4 N H2SO4, Larutan 0,1 N Kalium Permanganat, Larutan 0,1 Amonium Oksalat, Dan Larutan 4% Formalin.
Lokasi praktikum di waduk Tambak Boyo ini dibagi menjadi 7 stasiun pengamatan. apabila Di danau dekat dengan budidaya ikan dengan jaring apung maka stasiun pengamatan dibagi menjadi daerah hulu, sekitar jaring apung dan hilir. Pada masing-masing titik pengamatan dilakukan pengambilan data pada titik-titik permukaan dan dasar perairan menggunakan water sampler. Pada masing-masing titik pengamatan diambil cuplikan plankton dengan menempatkan 20 liter air danau ke dalam botol plankton menggunakan jaring plankton. Kemudian dilakukan pengukuran beberapa tolak ukur Lingkungan seperti Suhu Air dan Suhu Udara, TSS, pH, Warna Air, Kekeruhan, kandungan CO2 bebas, DO Alkalinitas, BOD5, Densitas dan Diversitas plankton. Cuplikan plankton yang disaring tadi lalu diamati dan dihitung di bawah mikroskop dengan menggunakan sedwigck rafter counting cell. Lalu dibuat grafik Densitas dan plankton yang ada pada seluruh titik pengamatan. Yang terakhir di analisis regresi. Rumus Densitas dinyatakan dalam satuan individu per volume air.  Keterangan N: jumah plankton, n: jumlah sel yang diamati, Vr: volume air yang tersarirng (ml), Vo: volume air yang diamat, Vs: volume air yang disring. Rumus divesrsitas plankton : H= -Σ 2log , dengan H: diversitas shannon-winner ( ). Rumus Untuk menentukan nilai BO Adalah . Huruf a melambangkan volume titran yang digunakan (ml), huruf f merupakan faktor kareksi kalium permanganat (diperoleh dari standar), dengan ketenuan 1 ml 0,01 N Kalium permanganat = 0.3163 mg/l.

Pembahasan

Pada praktikum Ekologi Perairan Acara Danau ini diamati salah satu waduk di Yogyakarta yaitu waduk Tambak Boyo. Waduk Tambak Boyo bertempat di utara kota Yogyakarta di wilayah Condong Catur, Sleman. Kondisi ekologi di waduk ini dipenuhi oleh semak dan pepohonan yang bervariasi. Kontur dataran di samping waduk ini tinggi dan agak curam dengan berbagai tumbuhan ada di wilayah ini. Pada waduk tambak bayan ini dilakukan pembagian stasiun pengamatan menjadi 7 yang jarak di antaranya cukup jauh serta tersebar dari inlet sampai outlet.
Hasil pengamatan dan grafik ekosistem danau.

Parameter
Stasiun






1
2
3
4
5
6
7
Fisik a







Suhu Air (°C)
29
31
29
29
29
28
31,5
Suhu Udara (°C)
28,5
27,5
27,5
30
27,5
31
31
Kecerahan (cm)
86,5
109,5
70,5
108
62,25
41
15,5
TSS (ppm)
0,531
0,461
0,382
0,6436
0,414
0,41
5,947
Warna Air
Hijau
Kehijauan
Hijau
Hijau
Hijau
Hijau
Hijau
lumut
kecoklatan
Kekeruhan
kebiruan
kekuningan
Kimia







DO (ppm)
7,5
8,3
9,7
6,11
5,53
9,1
11,6
CO2 bebas (ppm)
21,6
8,4
7,3
15,2
6,6
10
5,8
Alkalinitas (ppm)
80
89
90
167
73,2
30
40
pH
7,1
7
7,1
7
7
7
7
BO (ppm)
10,75
7,28
9,49
11,39
6,33
8,86
19,29
BOD5
2,92
0,35
1,76
8,88
2,87
7,31
2,1








Biologi







Densitas Plankton (indv/l)
34
41
156
51
47
23
38
Diversitas Plankton
3,239
2,734
0,488
2,764
3,438
3,621
0,524

Parameter Fisik  suhu udara dan suhu airnya relatif sama hanya berselisih sedikit. Perbedaan suhu air dan suhu udara yang jauh dapat disebabkan oleh intensitas  cahaya matahari tahunan letak geografis serta ketinggian danau di atas permukaan  laut (Barus,2004). Temperatur air danau mempengaruhi populasi plankton dan kehidupannya. Nilai temperatur ynag tinggi dapat meningktakan Oksigen untuk kebutuhan plankton. Nilai DO terendah ada pada stasiun 5 sebesar 5,53 dan tertinggi di stasiun 7 dengan nilai 11,6. pH mada masing-masing stasiun relatif sama. Nilai ini berarti air danau masih normal/ tidak tercemar.  Meskipun  pada waduk yang sama namun warna pada masing-masing stasiun berbeda.  secara umum warna air waduk  relatif sama hijau bercampur warna coklat atau kekuningan. Dilihat dari warna setiap stasiunnya waduk ini mempunyai produktivitas sedang.






Hubungan antar kadar Oksigen terlarut jenuh dan suhu menggambarkan semakin tinggi suhu, maka kelarutan Oksigen akan semakin berkurang kelarutannya (Effendi,2003). Kadar karbondioksida bebas di perairan berkaitan erat dengan bahan Organik dan kadar Oksigen terlarut. Peningkatan kadar CO2  diikut oleh penurunan kadar iksigen terlarut (Sastrawijaya,1991). Jadi hubungan antar ketiganya ialah apabila suhu meningkat dan CO2 bebas meningkat maka kadar DO akan turun. Pada data di atas hubungan DO dan CO2 bebas sudah saling berbanding terbalik. Sedangkan hubungan suhu dengan DO masih ada yang tidak cocok, hal ini bisa disebabkan oleh aktivitas penyinaran tahunan   pada Waduk Tambak Boyo tersebut.








Nilai Alkalinitas waduk Tambak Boyo sangat fluktuatif yang berkisar dari 40-167 ppm. Semakin tinggi Alkalinitas semakin tinggi pula nilai pHnya. Faktor yang mempengaruhi anatar lain faktor kesadahan air dan adanya produksi partikel senyawa Organikoleh mikroalga. Dengan melihat grafik yang ada nilai kandungan CO2 bebas terendah nilainya 5,8 ppm dan nilai tertinggi pada stasiun 1 sebesar 21,6 ppm. Sedangkan nilai pH pada semua stasiun hampir sama yakni tetap netral. Menurut Effendi (2003), pH juga berkaitan erat dengan karbondioksida dan Alkalinitas. Pada pH 5 Alkalinitas dapat mencapai nol. Semakin tinggi nilai pH semakin tinggi pula nilai akalinitas dan semakin rendah kadar CO2 bebas.

 







BOD5 merupakan gambaran kadar garam Organik yakni jumlah Oksigen yamg dibutuhkann oleh mikroba aerob untuk mengoksidasi bahan Organik menjadi karbondioksida dan air. Dengan kata lain, BOD5 menunjukkan jumlah Oksigen yang diinkubasi pada suhu 20oC selama 5 hari dalam keadaan tanpa cahaya (Boyd,1998). BOD5 dipengaruhi oleh kontaminasi Oksigen yang ada pada udara bebas dan tingkat pencemaran. Harga BOD5 selalu sebanding lurus dengan DO (Salmin,2005).

                                                            

                                                                                         



          Pada grafik di atas terlihat adanya hubungan antara karbondioksida bebas dengan DO. Hubungan ini terlihat berbanding terbalik di antara keduanya. Apabila kadar CO2 bebas naik maka kadar DO akan turun dan begitu sebaliknya (Barus,2004). Grafik menunjukkan satsiun 1 mempunyai nilai CO2 bebas terbesar yakni 21,6 ppm dan grafik 2 mempunyai kadar DO tertinggi dengan nilai 11,6 ppm. Pada beberapa stasiun menunjukkan nilai DO dan CO2 bebas yang sama. Pada tingkat CO2 bebas berarti perairan tersebut bersifat sedikit basa berlebih jika nilai CO2 bebasnya tinggi.

 




                                                                                                                





                                                                              
                                                                                       
         



                      Dari keempat grafik ini menunjukkan adanya hubungan tentang keberadaan plankton pada waduk Tambak Boyo. Densitas plankton terbanyak ada pada stasiun 3 yang sebanding dengan tingkat kecerahan yang rendah. Nilai DO di satsiun 3 pun cukup tinggi namun tetap di batas aman. Hal ini berati ketika suatu perairan mempunyai tingkat kecerahan yang rendah maka Densitas plankton akan tinggi. Dan juga akan berpengaruh pada kadar DO, karena DO berasal dari plankton , karena DO bisa  berasal dari plankton yang berfotosintesis. Begitu pula tss yang bernilai postif dengan nilai kekeruhan (Manik,2003).






          Terakhir adalah Parameter Biologi yakni Diversitas plankton. Indeks terendah ada di stsiun 3 yang mempunyai nilai 0,488 dan indeks tertinggi pada stasiun 6 dengan nilai 3,621. Diversitas plankton bisa dipengaruhi oleh Parameter Fisik  dan Kimia. Keadaan waduk ini masih relatif bagus walaupun ada tingkat Alkalinitas yang tinggi yakni 167. Namun nilai Parameter Kimia dan Fisik nya masih di bawah maksimum.
Kesimpulan
Ekosistem waduk Tambak Boyo mempunyai karakteristik seperti danau lainnya yakni arusnya tenang dan sebagian besar berwarna hijau. Cara pengambilan Parameter dilakukan dengan metode water sampler yang menggunakan  sampel air danau kemudian dianalisis. Faktor Lingkungan juga dapat mempengaruhi tingkat kepadatan biotanya. Seperti kadar DO yang tinggi yang dapat mempengaruhi Parameter lain seperti CO2 bebas dan Alkalinitas. Secara umum kondisi air di waduk Tambak Boyo cukup baik. Hanya saja ada beberapa stasiun yang menunjukkan nilai Parameter Lingkunganyang tinggi.
Saran
Metode water sampler yang digunakan dalam praktikum ini cukup baik. Dengan pengambilan sampel air praktikum dapat dengan mudah mengukur Parameter-Parameter guna menentukan kualitas perairan Waduk Tambak Boyo. Namun perlu diperatikan penggunaan bahan-bahan yang digunakan untuk menganalisis Parameter agar tidak terjadi kecelakaan.


Daftar pustaka
Barus.2003. Pengantar Limnologi. Jakarta. Swadaya Cipta.
BOyd,C,E.1998. Water Quality In Ponds For Aquaculture. Auburn University Alabama. Alabama Agricultural Experiment Station.
Effendi, H. 2033. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya Dan LingkunganPerairan. Yogyakarta.Kanisius.

Manik.2003.Pengelolaan LingkunganHidup. Jakarta. Djambatan.
Salmin.2005.Oksigen Terlarut Dan Kebutuhan Oksigen Untuk Penentuan Kualitas Perairan. Jakarta.Rineka Cipta
Sastrawijaya,A,T. 1991. Pencemaran Lingkungan. Jakarta.Rineka Cipta.
Soegianto,A.2004. Metode Pendugaan Pencemaran Perairan Dengan Indikator Biologis. Surabaya. Airlangga University Press.
Wibisono,M,S. 2005. Pengantar Ilmu Kelautan.Jakarta.GrasinDO.

Oksigen, Organik, BOD5, BO, Fisik , Densitas , Diversitas





Tidak ada komentar:

Posting Komentar