JURNAL
EKOLOGI PERAIRAN
Oleh:
SABILA
RAHMAWATI
12/334917/PN/12933
Asisten
Laporan:
SITI
AINSYAH
LABORATORIUM
EKOLOGI PERAIRAN
JURUSAN
PERIKANAN
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2013
EKOSISTEM
SUNGAI
Sabila
Rahmawati
12/334917/PN/12933
Budidaya
Perikanan
Intisari
Praktikum ekologi perairan acara ekosistem danau
dilakukan di waduk Tambak Boyo. Waduk ini digunakan sebagai pengamatan untuk
mengetahui kualitas air yang ada. Tujuan adanya praktikum ini adalah
mempelajari karakteristik ekosistem dan faktor pembatasnya, cara-cara
pengambilan Parameter Fisik , Kimia dan Biologi. kemudian mempelajari korelasi anatara beberapa tolak
ukur Lingkungandengan populsi biota perairan dan mempelajari kualitas perairan
lentik berdasarkan indeks Diversitas biota perairan. Praktikum ekologi acara
ekosistem danau dilaksanakan pada tanggal 20 april 2013. Parameter yang diuji
ada Parameter Kimia (DO,CO2 bebas, Alkalinitas, pH, BO dan BOD5), Parameter Fisik
(warna air, suhu, kecerahan dan tss),
dan Parameter Biologi (Densitas dan Diversitas plankton). Di waduk Tambak Boyo
ini akan di bagi menjadi 7 stasiun pengamatan yang tresebar dari inlet sampai
outlet. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis yang dilakukan stasiun
terbaik yakni stasiun 4 berdasarkan nilai Densitas dan Diversitas yang cukup
tinggi.
Kata kunci: Densitas, Diversitas, ekosistem, Parameter
Pendahuluan
Danau merupakan ekosistem dengan
air tergenangynag ukurannya relatif kecil jika dibandingkan dengan luas dari
laut. Danau juga sangat penting bagi kehidupan manusia dengan oragnisme
lainnya. Manfaat danau sangat banyak seperti sebagai tempat rekreasi, mencari
ikan atau budidaya, dan sarana transportasi jarak pendek. Sedangkan untuk
mahkluk hidup lainnya untuk berpijah misalnya ikan salmon. Berdasarkan manfaat
dan kepentingan danau di atas ekosistem danau perlu untuk dijaga agar terjadi
kesinambungan antar mahkluk hidup. Oleh karena itu, perlu adanya pencegahan
supaya terjadi keseimbangan ekosistem demi keberlangsungan mahkluk hidup
termasuk manusia.
Ciri-ciri danau mempunyai arus yang
lambat atau tidak sama sekali. Arus di danau juga bergerak ke segala arah (Effendi,
2003). Air danau biasanya bersifat jernih dan keberadaan tumbuhan air terbatas
hanya dipinggir saja. Berdasarkan pada proses terjadinya, danau dikenal dengan
danau tektonik yang terjadi karena gempa dan danau vulkanik yang terjadi karena
letusan gunung berapi (Barus,2004). Danau mempunyai 3 zona yakni zona litoral (dekat pantai), zona limnetik
(lapisan perairan terbuka), dan zona profundal (tidak dapat ditembus cahaya) (Soegianto,2004).
Organisme yang menghuni danau sangat banyak misalnya plankton dan bentos.
Plankton adalah golongan jasad hidup akuatik yang berukuran mikroskopik yang
pergerakannya mengikuti arus (Wibisono,2005). Dananu juga mempunyai faktor
produktivitas primer seperti Cahaya, Suhu, kadar DO, dan pH.
Praktikum acara ekosistem danau ini
bertujuan untuk mempelajari karakteristik ekosistem dan faktor pembatasnya,
cara-cara pengambilan Parameter Fisik , Kimia dan Biologi. kemudian mempelajari korelasi anatara beberapa tolak
ukur Lingkungandengan populsi biota perairan dan mempelajari kualitas perairan
lentik berdasarkan indeks Diversitas biota perairan.
Metodologi
Praktikum acara Ekosistem Danau dilaksanakan
di Waduk Tambak Boyo pada tanggal 20 April 2013 tepatnya pukul 13.30-17.00.
pada acara ini menggunakan metode water
sampler. Alat-alat yang digunakan anatar lain water sampler, Meteran, Botol Oksigen, Pipet Tetes, Pipet Ukur,
Erlenmeyer, Gelas Ukur, Mikroburet, Aerator, Ember Plastik, Jaring Plankton,
Kertas Label, Dan Pensil. Sementara itu, bahan-bahan yang digunakan antara lain Kertas pH,
Kertas Saring Millipore, Timbangan Analitik, Larutan MnSO4, Larutan
Reagen Oksigen, Larutan H2SO4 Pekat, Larutan 1/80 N Na2S2O3,
Larutan 1/44 N NaOH, Larutan 1/50 N H2SO4, Larutan 1/50
HCl,Larutan Indikator Amilum, Larutan Indikator MO, Larutan Indikator BCG,
Indikator PP, Larutan 4 N H2SO4, Larutan 0,1 N Kalium
Permanganat, Larutan 0,1 Amonium Oksalat, Dan Larutan 4% Formalin.
Lokasi praktikum di waduk Tambak
Boyo ini dibagi menjadi 7 stasiun pengamatan. apabila Di danau dekat dengan
budidaya ikan dengan jaring apung maka stasiun pengamatan dibagi menjadi daerah
hulu, sekitar jaring apung dan hilir. Pada masing-masing titik pengamatan
dilakukan pengambilan data pada titik-titik permukaan dan dasar perairan
menggunakan water sampler. Pada masing-masing titik pengamatan diambil cuplikan
plankton dengan menempatkan 20 liter air danau ke dalam botol plankton
menggunakan jaring plankton. Kemudian dilakukan pengukuran beberapa tolak ukur Lingkungan
seperti Suhu Air dan Suhu Udara, TSS, pH, Warna Air, Kekeruhan, kandungan CO2
bebas, DO Alkalinitas, BOD5, Densitas dan Diversitas plankton.
Cuplikan plankton yang disaring tadi lalu diamati dan dihitung di bawah
mikroskop dengan menggunakan sedwigck rafter counting cell. Lalu dibuat grafik Densitas
dan plankton yang ada pada seluruh titik pengamatan. Yang terakhir di analisis
regresi. Rumus Densitas dinyatakan dalam satuan individu per volume air.
Keterangan
N: jumah plankton, n: jumlah sel yang diamati, Vr: volume air yang tersarirng
(ml), Vo: volume air yang diamat, Vs: volume air yang disring. Rumus
divesrsitas plankton : H= -Σ
2log
, dengan H: diversitas shannon-winner (
). Rumus Untuk menentukan
nilai BO Adalah
. Huruf a melambangkan volume titran
yang digunakan (ml), huruf f merupakan faktor kareksi kalium permanganat
(diperoleh dari standar), dengan ketenuan 1 ml 0,01 N Kalium permanganat =
0.3163 mg/l.
Pembahasan
Pada praktikum Ekologi Perairan Acara Danau ini diamati salah satu waduk
di Yogyakarta yaitu waduk Tambak Boyo. Waduk Tambak Boyo bertempat di utara
kota Yogyakarta di wilayah Condong Catur, Sleman. Kondisi ekologi di waduk ini
dipenuhi oleh semak dan pepohonan yang bervariasi. Kontur dataran di samping
waduk ini tinggi dan agak curam dengan berbagai tumbuhan ada di wilayah ini.
Pada waduk tambak bayan ini dilakukan pembagian stasiun pengamatan menjadi 7
yang jarak di antaranya cukup jauh serta tersebar dari inlet sampai outlet.
Hasil pengamatan dan
grafik ekosistem danau.
|
Parameter
|
Stasiun
|
|
|
|
|
|
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
|
|
Fisik a
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Suhu Air (°C)
|
29
|
31
|
29
|
29
|
29
|
28
|
31,5
|
|
Suhu Udara (°C)
|
28,5
|
27,5
|
27,5
|
30
|
27,5
|
31
|
31
|
|
Kecerahan (cm)
|
86,5
|
109,5
|
70,5
|
108
|
62,25
|
41
|
15,5
|
|
TSS (ppm)
|
0,531
|
0,461
|
0,382
|
0,6436
|
0,414
|
0,41
|
5,947
|
|
Warna Air
|
Hijau
|
Kehijauan
|
Hijau
|
Hijau
|
Hijau
|
Hijau
|
Hijau
|
|
lumut
|
kecoklatan
|
Kekeruhan
|
kebiruan
|
kekuningan
|
|||
|
Kimia
|
|
|
|
|
|
|
|
|
DO (ppm)
|
7,5
|
8,3
|
9,7
|
6,11
|
5,53
|
9,1
|
11,6
|
|
CO2 bebas (ppm)
|
21,6
|
8,4
|
7,3
|
15,2
|
6,6
|
10
|
5,8
|
|
Alkalinitas (ppm)
|
80
|
89
|
90
|
167
|
73,2
|
30
|
40
|
|
pH
|
7,1
|
7
|
7,1
|
7
|
7
|
7
|
7
|
|
BO (ppm)
|
10,75
|
7,28
|
9,49
|
11,39
|
6,33
|
8,86
|
19,29
|
|
BOD5
|
2,92
|
0,35
|
1,76
|
8,88
|
2,87
|
7,31
|
2,1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Biologi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Densitas Plankton
(indv/l)
|
34
|
41
|
156
|
51
|
47
|
23
|
38
|
|
Diversitas Plankton
|
3,239
|
2,734
|
0,488
|
2,764
|
3,438
|
3,621
|
0,524
|
Parameter Fisik suhu udara dan suhu airnya relatif sama hanya
berselisih sedikit. Perbedaan suhu air dan suhu udara yang jauh dapat
disebabkan oleh intensitas cahaya
matahari tahunan letak geografis serta ketinggian danau di atas permukaan laut (Barus,2004). Temperatur air danau
mempengaruhi populasi plankton dan kehidupannya. Nilai temperatur ynag tinggi
dapat meningktakan Oksigen untuk kebutuhan plankton. Nilai DO terendah ada pada
stasiun 5 sebesar 5,53 dan tertinggi di stasiun 7 dengan nilai 11,6. pH mada
masing-masing stasiun relatif sama. Nilai ini berarti air danau masih normal/
tidak tercemar. Meskipun pada waduk yang sama namun warna pada
masing-masing stasiun berbeda. secara
umum warna air waduk relatif sama hijau
bercampur warna coklat atau kekuningan. Dilihat dari warna setiap stasiunnya
waduk ini mempunyai produktivitas sedang.
Hubungan antar kadar Oksigen
terlarut jenuh dan suhu menggambarkan semakin tinggi suhu, maka kelarutan Oksigen
akan semakin berkurang kelarutannya (Effendi,2003). Kadar karbondioksida bebas
di perairan berkaitan erat dengan bahan Organik dan kadar Oksigen terlarut.
Peningkatan kadar CO2 diikut
oleh penurunan kadar iksigen terlarut (Sastrawijaya,1991). Jadi hubungan antar
ketiganya ialah apabila suhu meningkat dan CO2 bebas meningkat maka
kadar DO akan turun. Pada data di atas hubungan DO dan CO2 bebas
sudah saling berbanding terbalik. Sedangkan hubungan suhu dengan DO masih ada
yang tidak cocok, hal ini bisa disebabkan oleh aktivitas penyinaran
tahunan pada Waduk Tambak Boyo
tersebut.
Nilai Alkalinitas waduk Tambak Boyo
sangat fluktuatif yang berkisar dari 40-167 ppm. Semakin tinggi Alkalinitas
semakin tinggi pula nilai pHnya. Faktor yang mempengaruhi anatar lain faktor
kesadahan air dan adanya produksi partikel senyawa Organikoleh mikroalga.
Dengan melihat grafik yang ada nilai kandungan CO2 bebas terendah
nilainya 5,8 ppm dan nilai tertinggi pada stasiun 1 sebesar 21,6 ppm. Sedangkan
nilai pH pada semua stasiun hampir sama yakni tetap netral. Menurut Effendi
(2003), pH juga berkaitan erat dengan karbondioksida dan Alkalinitas. Pada pH 5
Alkalinitas dapat mencapai nol. Semakin tinggi nilai pH semakin tinggi pula
nilai akalinitas dan semakin rendah kadar CO2 bebas.
Pada
grafik di atas terlihat adanya hubungan antara karbondioksida bebas dengan DO.
Hubungan ini terlihat berbanding terbalik di antara keduanya. Apabila kadar CO2
bebas naik maka kadar DO akan turun dan begitu sebaliknya (Barus,2004). Grafik
menunjukkan satsiun 1 mempunyai nilai CO2 bebas terbesar yakni 21,6
ppm dan grafik 2 mempunyai kadar DO tertinggi dengan nilai 11,6 ppm. Pada
beberapa stasiun menunjukkan nilai DO dan CO2 bebas yang sama. Pada
tingkat CO2 bebas berarti perairan tersebut bersifat sedikit basa
berlebih jika nilai CO2 bebasnya tinggi.
Dari
keempat grafik ini menunjukkan adanya hubungan tentang keberadaan plankton pada
waduk Tambak Boyo. Densitas plankton terbanyak ada pada stasiun 3 yang
sebanding dengan tingkat kecerahan yang rendah. Nilai DO di satsiun 3 pun cukup
tinggi namun tetap di batas aman. Hal ini berati ketika suatu perairan
mempunyai tingkat kecerahan yang rendah maka Densitas plankton akan tinggi. Dan
juga akan berpengaruh pada kadar DO, karena DO berasal dari plankton , karena DO
bisa berasal dari plankton yang
berfotosintesis. Begitu pula tss yang bernilai postif dengan nilai kekeruhan (Manik,2003).
Terakhir
adalah Parameter Biologi yakni Diversitas plankton. Indeks terendah ada di
stsiun 3 yang mempunyai nilai 0,488 dan indeks tertinggi pada stasiun 6 dengan
nilai 3,621. Diversitas plankton bisa dipengaruhi oleh Parameter Fisik dan Kimia. Keadaan waduk ini masih relatif
bagus walaupun ada tingkat Alkalinitas yang tinggi yakni 167. Namun nilai Parameter
Kimia dan Fisik nya masih di bawah maksimum.
Kesimpulan
Ekosistem waduk Tambak Boyo mempunyai karakteristik
seperti danau lainnya yakni arusnya tenang dan sebagian besar berwarna hijau.
Cara pengambilan Parameter dilakukan dengan metode water sampler yang
menggunakan sampel air danau kemudian
dianalisis. Faktor Lingkungan juga dapat mempengaruhi tingkat kepadatan
biotanya. Seperti kadar DO yang tinggi yang dapat mempengaruhi Parameter lain
seperti CO2 bebas dan Alkalinitas. Secara umum kondisi air di waduk Tambak Boyo
cukup baik. Hanya saja ada beberapa stasiun yang menunjukkan nilai Parameter Lingkunganyang
tinggi.
Saran
Metode water
sampler yang digunakan dalam praktikum ini cukup baik. Dengan pengambilan
sampel air praktikum dapat dengan mudah mengukur Parameter-Parameter guna
menentukan kualitas perairan Waduk Tambak Boyo. Namun perlu diperatikan
penggunaan bahan-bahan yang digunakan untuk menganalisis Parameter agar tidak
terjadi kecelakaan.
Daftar pustaka
Barus.2003. Pengantar
Limnologi. Jakarta. Swadaya Cipta.
BOyd,C,E.1998. Water Quality In Ponds For Aquaculture. Auburn University Alabama. Alabama
Agricultural Experiment Station.
Effendi, H. 2033. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber
Daya Dan LingkunganPerairan. Yogyakarta.Kanisius.
Manik.2003.Pengelolaan
LingkunganHidup. Jakarta. Djambatan.
Salmin.2005.Oksigen Terlarut Dan Kebutuhan Oksigen Untuk Penentuan Kualitas
Perairan. Jakarta.Rineka Cipta
Sastrawijaya,A,T. 1991. Pencemaran Lingkungan. Jakarta.Rineka Cipta.
Soegianto,A.2004. Metode Pendugaan Pencemaran Perairan Dengan
Indikator Biologis. Surabaya. Airlangga University Press.
Wibisono,M,S. 2005. Pengantar Ilmu Kelautan.Jakarta.GrasinDO.
Oksigen, Organik, BOD5,
BO, Fisik , Densitas , Diversitas